Selasa, 10 Mei 2016

Kutitipkan Rindu Ini Melalui Sebuah Tulisan

Siapa bilang LDR hanya untuk orang pacaran aja?
Aku dan sahabat-sahabatku juga lagi LDR-an
Kotaku dan kota para sahabatku kini telah berbeda
Kami terpisah demi mengejar cita dan masa depan

Hai kamu, kamu, dan kamu yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing di kota yang berbeda!!
Jujur di sini aku merindukan kalian semua
Sejak aku berada di sini, aku merindukan saat-saat kebersamaan kita dulu
Aku sangat merindukan saat di mana untuk pertama kalinya kita berkenalan
Kemudian menghabiskan hari-hari bersama

Dear sahabat-sahabatku....
Apakah kalian juga merasakan hal yang sama denganku?
Apa kalian juga rindu padaku?
Sebaiknya tak usah kutanyakan, kalian pasti gengsi untuk menjawab jujur ha...ha...ha...

Mungkin sekarang sudah 5 tahun lebih kita saling mengenal
Dan aku bahagia akan hal itu
Dan sudah lebih dari 2 tahun terakhir ini kita tak menghabiskan hari bersama
Ku sadari jarak dan waktu yang tengah memisahkan kita
Membuat kita sulit bersama lagi
Kita terpisah bukan karna ingin berjauhan
Kita terpisah bukan pula karna saling membenci
Aku tahu dan yakin kita pasti saling menyayangi
Kalau bukan karna sayang, tak mungkin kan kita bisa bersama lebih dari 5 tahun?

Setiap aku merindukan kebersamaan kita dulu, aku selalu melihat poto lama kita
Melihat ekspresi dan tingkah kita yang lucu
Membuatku tertawa dan terhibur
Lama ku pandangi poto-poto kita satu per satu
Tanpa sadar air mata ini pun menetes
Aaaahhh...
Betapa rindunya aku pada kalian

Perpisahan memang menyedihkan
Namun tak bisa kita elakkan
Cepat atau lambat perpisahan di antara kita akan terjadi
Berpisah bukan berarti tak bisa bertemu lagi, kan?
Tenang kawan, aku yakin kita pasti bisa menghabiskan hari bersama lagi
Untuk saat ini, biarlah kita bertemu hanya dalam doa saja
Saling mendoakan satu sama lain setiap harinya

Aku bersyukur bisa punya sahabat seperti kalian
Walaupun kita sedang berpisah, hatiku masih untuk kalian, kok
Namun aku sadar akan satu hal
Mungkin saat ini kalian telah menemukan seseorang yang baru untuk menemani hari-hari kalian di sana
Tapi aku yakin kalian pasti sulit menemukan sahabat yang gila dan lucu seperti aku, kan?
Apa aku terlalu kepedean?
Ahh, biarkan sajalah ha...ha...ha...ha...

Aku beruntung hidup di zaman dengan segala kecanggihan teknologinya
Jarak yang begitu jauh bisa terasa begitu dekat
Dengan gampang kita bisa berkirim kabar setiap saatnya
Tak perlu bersusah payah menunggu Pak Pos untuk menghantarkan surat
Atau menunggu antrian panjang di depan telepon umum hanya untuk mendengar suara
Sekarang dengan satu tombol, kita dengan bebas bercerita
Meski zaman sudah canggih
Tak lantas mengurangi rasa rinduku pada kalian
Semakin hari rindu ini kian besar pada kalian
Sulit bagiku menemukan sosok sahabat seperti kalian yang selalu mengerti aku
Dari kalian aku belajar bagaimana menghargai setiap waktu kebersamaan
Belajar bagaimana mengerti setiap kesibukan masing-masing
Dan belajar bagaimana untuk mengerti arti sebuah kesetiaan hingga menyimpan rindu yang teramat dalam

Terimakasih telah menunjukkan betapa indahnya persahabatan itu
Terimakasih karna kalian telah hadir dalam hidupku dan menjadi sahabat-sahabatku
Satu lagi anugerah indah yang Tuhan berikan padaku
Wahai kalian para sahabat jarak jauhku
Jangan pernah berubah, ya!!
Aku sayang kalian :*
Jesus bless us!

Senin, 09 Mei 2016

Pobia ooo Pobia......

Senin sore hujan turun dengan sangat derasnya
Hal yang paling menyenangkan di saat seperti ini ialah berlindung di balik hangatnya selimut
Ditambah dengan secangkir coklat hangat atau mi kuah super pedas
Pastilah hujan di sore ini terasa menyenangkan

Hujan deras di sore hari diiringi oleh gemuruh petir yang begitu kuat
Terjebak disituasi yang seperti ini di kampus sangatlah menyiksa bagi seorang pobia petir
Andaikan berada di dalam kamar, pasti bisa berlindung di balik selimut
Tapi sayangnya tidak
Melihat kilatan dan mendengar gemuruh petir terasa begitu menyiksa
Seketika badan gemetar dan tubuh terkulai lemas
Untuk melangkah pun rasanya tidak sanggup
Petir ini seolah telah merenggut energi si pobia
Si pobia pun hanya bisa terduduk lemas di dalam kelas
Menyendiri di sudut kelas berusaha melawan rasa takutnya
Berusaha untuk mengabaikan suarah gemuruh itu
Tapi percuma, tubuhnya semakin gemetar tiap mendengar petir yang semakin kuat

Benci situasi seperti ini
Ketika semua yang lain santai duduk sembari menunggu hujan reda
Namun si pobia hanya bisa tersenyum getir menyembunyikan rasa takutnya tersebut
Mencoba menyembunyikan rasanya percuma
Ekspresi tubuh yang tak henti bergetar menjelaskan betapa takutnya ia terhadap petir tersebut

Hujan yang diiringi gemuruh petir ini selalu mengingatkan akan kejadian yang memilukan
Awal mula penyebab si pobia mulai takut akan petir
Kala itu tubuhnya yang mungil tengah berlari di bawah hujan
Dengan seragamnya yang basah, dia berusaha menerobos derasnya hujan
Pikirannya yang polos hanya ingin bisa sampai rumah dengan cepat
Berusaha untuk menghubungi orang terdekat, namun tak ada yang peduli
Dan dia pun memutuskan untuk basah-basahan daripada menunggu sendirian di tempat yang sepi
Berlari di bawah hujan dengan berlinang air mata
Karna emang situasinya begitu menyedihkan
Hujan, sepi, dan tak ada yang bisa membantunya
Dia hanya bisa berpasrah sambil berlari sekencang mungkin
Tapi tiba-tiba kilatan petir muncul dan langsung menyambar apa yang ada di depannya
Nyaris mengenai dirinya
Seketika dia langsung terduduk lemas, menangis dengan gemetar
Dia begitu takut kala itu
Namun tak ada satu pun orang lewat untuk menolongnya

Lama dia terduduk di pinggir jalan
Dengan badan yang menggigil dan kaki yang lemas, dia melanjutkan perjalanannya
Tangis yang semakin terisak-isak, dia tetap berlari
Rumah yang dituju semakin dekat
Begitu sampai, dia langsung masuk ke kamar dan marah pada sekitarnya
Mengurung diri dengan bayangan akan kejadian petir itu
Berharap dia bisa segera melupakannya
Namun nayatanya itu menjadi suatu pobia baru bagu dirinya

Kenapa harus ada kenangan buruk itu?
Pobia ini begitu menyiksa
Seolah memperlihatkan sisi lemahnya dia
Capek, lemas tiap ada petir
Kapan pobia ini akan berakhir?
Sepertinya dia butuh sebuah terapi untuk menghilangkan pobianya tersebut

Minggu, 08 Mei 2016

Teruntuk Kamu yang Berhasil Buat Aku Nyaman

Aku bingung harus darimana kumulai tulisan ini
Terlalu banyak kisah yang kuingat
Terlalu banyak kata yang ingin kuungkapkan
Apakah kamu mau meluangkan sejenak waktumu 'tuk membaca rangkaian tulisanku ini?

Tuhan menghadirkanmu disaat yang tepat
Kamu datang disaat aku tengah berpetualang dengan hati yang patah
Ketika hatiku tengah terluka, kamu datang mengobatinya
Aku tahu saat itu kamu juga tengah terluka akan cintamu yang dulu
Dan di tengah kerapuhan hati ini, takdir pun mendekatkan kita

Hal yang tak pernah terpikirkan olehku bahwa kita bisa dekat
Awalnya tak ada niatan 'tuk menjalin kedekatan denganmu
Aku yang terlalu sibuk dengan rasa yang kumiliki saat itu
Rasa yang seharusnya tak boleh kumiliki
Karna rasa itu akan menghancurkan sebuah persahabatan

Saat itu aku terlalu menikmati perasaanku yang salah
Sehingga tak pernah menghiraukanmu
Dan kau pun seperti itu
Masih sibuk akan dunia dan cintamu

Ketika kedekatan kita mulai terjalin
Perlahan perasaanku yang salah itu mulai pudar
Aku pun mulai menikmati kedekatan yang terjalin di antara kita
Setiap hari berbagi kisah dan menciptakan momen bersama
Dan kau berhasil buatku nyaman dalam waktu singkat

Aku masih tak percaya aku kini dekat padamu
Kamu yang mempunyai dunia sendiri mau berbagi duniamu padaku
Kamu yang cuek akan sekitarmu, namun peduli padaku
Kita yang belum terlalu lama dekat namun sudah saling percaya seolah sudah lama saling mengenal

Senang rasanya bisa berbagi denganmu
Senang rasanya bisa menciptakan kenangan denganmu
Telah banyak cerita yang kita bagi
Telah banyak pula momen yang kita ciptakan

Seperti air yang mengalir
Seperti angin yang berhembus
Cerita kita pun terjadi begitu saja
Tanpa terduga
Semakin hari kian dekat seiring berjalannya waktu
Aku nyaman denganmu
Denganmu aku bebas mengekspresikan semua yang kurasa
Aku tak tahu apa yang membuatku begitu nyaman denganmu
Yang kini kurasakan aku sayang padamu

Kita memiliki luka yang sama dalam hidup kita
Aku mengerti kesedihanmu, dan kau pun begitu padaku
Kesedihan yang sama membuat kita saling menguatkan
Setidaknya aku punya seseorang yang paham akan luka yang kurasakan ini, yaitu kamu
Karna kamu pun juga seperti itu
Kamu tahu kan jika aku sulit percaya pada laki-laki?
Aku sulit untuk dekat bahkan nyaman dengan orang yang baru
Dan aku pernah berkata kepadamu kalau kamu adalah lelaki kedua yang berhasil buatku nyaman setelah sahabatku

Aku sadar kamu belum sepenuhnya mau berbagi denganku
Kamu masih terlalu larut dalam duniamu sendiri
Kamu yang terkadang sukar untuk ditebak
Kamu yang terkadang masih terlihat cuek padaku
Padahal kita sudah begitu dekat sekarang
Kita dekat namun terlihat tidak dekat
Sedih sih, tapi tak mengapa
Aku menikmati semuanya itu
Ketika kamu mulai terlihat cuek padaku, aku tak kan menyerah padamu
Aku pasti akan berusaha buatmu lebih terbuka lagi padaku
Setidaknya aku akan membuatmu lebih peduli akan dunia sekitarmu
Jangan terlalu hanyut dalam duniamu itu
Karna sekarang di sini ada seseorang yang peduli akan duniamu

Seiring kedekatan kita sekarang
Aku menepi sejenak darimu
Aku ingin merenungkan semuanya tentang kita
Aku yang kini seolah tersesat
Masih bingung akan semuanya

Dibalik kedekatan kita ini, kerap kali aku merasa sedih
Terlebih ketika kamu tengah asyik dengan duniamu
Kamu cuek padaku
Dan ketika aku merasakan kesedihan, di dalam benakku langsung muncul pertanyaan
Apakah kamu mulai jenuh padaku?
Ataukah karna kamu sedang menyukai seseorang di seberang sana?
Aku cemburu padanya, cemburu bukan berarti membencinya
Aku cemburu karna dia berhasil merebut perhatianmu
Dan semenjak kutahu kamu tengah menyukainya
Banyak pertanyaan yang timbul dalam benakku
Sejak kapan kalian dekat?
Apakah dia baik?
Apakah dia bisa buatmu bahagia?
Yaaa...karna aku selalu berdoa buat kebahagiaanmu
Aku ingin pastikan kau selalu bahagia dalam hidupmu
Kuharap dia yang kini tengah mencuri perhatianmu
Benar-bernar bisa membuatmu bahagia

Kamu pernah berjanji padaku untuk tidak meninggalkan aku
Karna aku sudah punya tempat tersendiri dalam hatimu
Aku senang mendengar janjimu
Semoga janji itu tak pernah berubah
Satu hal yang kini kupinta darimu
Jangan lupakan janjimu padaku
Jangan lupakan aku
Tetap kenanglah aku selalu dalam hatimu
Aku sadar kita tak selamanya bisa bersama
Ada masa dimana kita akan sibuk pada dunia kita masing-masing
Dan ketika hal itu terjadi, berjanjilah padaku kita tak akan saling menjauh
Kalau kamu tidak nyaman lagi padaku, katakanlah
Jangan menjauhiku, biarkan aku yang pergi darimu
Bila memang itu yang membuatmu senang
Walau hati ini akan terluka bila jauh darimu, tak masalah
Karna lebih baik bagiku bila aku yang pergi lebih dulu
Daripada aku dicuekin kemudian ditinggalkan

Hei kamu!
Kamu yang terkadang seperti seorang adik karna kamu kadang bersikap manja padaku
Kamu juga terkadang seperti seorang abang karna memarahiku dan menguatkanku
Kamu juga sahabatku yang setia mendengarkan ceritaku dan menemaniku di kala aku merasa sendiri
Kamu kini punya tempat tersendiri dalam hati ini
Karna kamu hal yang tak terduga yang Tuhan takdirkan dalam hidupku
Kenapa kita bisa dekat?
Ha..ha..ha..ha..
Aku pun tertawa sendiri bila pertanyaan ini muncul dalam benakku
Dan kau pun tau kenapa aku tertawa memikirkan hal itu
Seolah termakan omongan sendiri, yaah aku kalah pada takdir
Darimu aku belajar untuk tidak mengucapkan hal yang akan sulit dihindari

Terimakasih buat semuanya
Terimakasih sudah hadir dalam hidupku
Jangan berubah ya
Tetaplah menyayangiku seperti kemarin
Aku mengasihimu jugul :)