Sabtu, 17 September 2011

Long Distance Relationship (LDR)

   Kedekatan seseorang, baik dengan sesama jenis maupun lawan jenis, pasti ada prosesnya. Dari sekedar teman sampai ke status yang lebih intim, entah jadi sahabat atau pacar. Pacaran di bangku sekolah jarang banget disiapin buat menikah, biasanya cuma komitmen untuk jalan bareng. Bagaimana kelanjutannya, itu sih dipikiri lagi nanti.
   Pacaran sebenarnya dimaksudkan sebagai proses mengenal, memahami lawan jenis, dan belajar membina hubungan dengan berkomunikasi untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di dalamnya. Dalam pacaran, ada yang disebut tahap keintiman. Tahap ini adalah tahap kesempatan untuk mengungkapkan diri dan pasangan dengan lebih dekat. Kontak fisik sering kelihatan, seperti jalan berduaan, atau berkunjung ke rumah pacar.
   Nah, kebiasaan-kebiasaan jalan bareng, minta dijemput atau ditemani, memang perlu. Namanya juga pacaran. Tapi bukan berarti kita harus bergantung sepenuhnya sama pacar, karena dia bukanlah segalanya. Belum ada jaminan kalau dia bakal bareng kita seumur hidup. Kita juga harus bisa mandiri. Soalnya, ada saatnya kita justru nggak bisa sering ketemu. Misalnya nih, pas lulus-lulusan. Ada kemungkinan pacar kita kuliah di luar kota. Jarak jauh bakal jadi masalah baru. Bisa dikatakan, komunikasi, yang merupakan hal penting dalam hubungan jarak jauh, pun terancam nggak berjalan lancar. Kalau keadaannya seperti itu, kita harus ngapai dong? Pastinya banyak persiapan yang perlu kita lakukan, biar hubungan tetap langgeng, Lalu, kira-kira apa aja sih yang harus dilakukan agar hubungan jarak jauh dengan pacar gak bermasalah??

      Re-commitment
      Sebelum memutuskan bakal melanjutkan sekolah, kuliah atau kerja, omongin dulu, deh, arah hubungan kita. Dalam situasi seperti ini, kepercayaan dan komitmen jadi hal yang penting. Mengulang komitmen, artinya membicarakan lagi komitmen awal kita pacaran. Kalau dulu cuma buat having fun, coba deh, dibicarakan lagi: kira-kira ke mana arah pacaran kita? Apa cuma buat jalan doang, atau mau ditingkatkan jadi sesuatu yang lebih serius?

      Kumpulkan informasi
      Jangan pernah sungkan untuk cerewet memberi masukan ke pacar, kalau memang kita sudah sepakat untuk meneruskan hubungan itu. Minta informasi sejelas mungkin tentang nomor telepon kos, saudara dekat, atau siapa pun yang bisa kita hubungi. Nggak mungkin kan, pacaran jarak jauh lantas nggak bisa saling telepon? Pokoknya kumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan keberadaannya.

      Simpan foto
      Foto sudah jadi barang yang gak habis dimakan zaman. Dengan foto, otak kita bakal dapat rangsangan untuk memunculkan memori dengan orang yang mejeng di foto itu. Nah, kalau sudah begitu, dia pasti bakal ingat kita terus. Bikin foto berdua, simpan baik-baik di ponsel, atau cetak dalam ukuran kecil biar bisa masuk ke dalam dompet atau organizer, jadi bakal bisa dilihat kapan saja. Boleh juga dimasukkan ke frame agar bisa dipasang di dinding atau ditaruh di atas meja belajar.

      Komunikasi
      Masalah yang muncul pada hubungan jarak jauh biasanya cuma karena kurang komunikasi. Saking excited-nya dengan hal-hal yang baru, mulai dari teman, lingkungan, hingga proses adaptasi, kita terkadang lupa untuk menghubunginya. Makanya sebisa mungkin luangkan waktu untuk berkomunikasi dengannya, entah dengan berkirim sms, e-mail, chatting, atau meneleponnya.

      Percaya, dong!
      Percaya sama pacar itu penting, loh. Kita juga gak perlu jadi panaroid yang serba curigaan. Sedikit cerewet, bolehlah, asal jangan keseringan, biar pacar merasa dipercaya. Dengan begitu, kita berdua juga tetap tenang dengan dunia masing-masing.

      Kontak fisik
      Kontak fisik bukan berarti berkaitan dengan seks, loh. Kontak fisik di sini lebih pada intensitas pertemuan, karena beberapa di antara kita ada yang membutuhkan kedekatan secara fisik dengannya. Maksudnya, butuh seseorang yang selalu ada saat dibutuhkan, entah buat curhat atau jalan bareng. Nah, kalau sudah begini, tentu harus ada salah satu yang rela bolak-balik antar kota untuk menemui pasangannya. Tapi sebaiknya kita juga harus belajar menahan rasa kangen. Jangan sampai, tiap kangen sedikit, langsung pergi menemuinya. Kemandirian dan kedewasaan menjadi kata kunci yang penting banget dalam hubungan jarak jauh ini. Keterbukaan dengan pacar jadi kata sakti untuk mempertahankan hubungan ini.

 SELAMAT BERJUANG!!!!

Tipe-tipe Jomblo

   Jomblo, satu kata yang sangat ditakuti banyak orang saat ini, terutama remaja. Why? Karena kata ini mengandung makna negatif yang bikin alergi: pertanda bahwa seseorang gak laku dan gak bisa mendapatkan pacar. Bagi banyak orang, menyandang predikat jomblo rasanya seperti kutukan yang bikin malu setengah mati. Akhirnya, dengan berbagai macam cara, mereka berusaha untuk melepaskan kutukan ini. Padahal zaman sekarang, jomblo sudah menjadi pilihan hidup seseorang. Mereka berpikir, lebih baik jomblo daripada memiliki cinta tapi gak happy. Artinya, nggak ada jaminan bahwa dengan memiliki pacar, hidup seseorang akan bahagia, kan? Jadi hidup itu adalah sebuah pilihan. So, sah-sah saja kok kalau kita memilih jomblo.
   Kondisi jomblo adalah kondisi yang independen, mandiri. Di saat teman-teman kita serasa nggak bisa hidup tanpa gebetan, kita merasa sebaliknya. Meskipun teman satu gank memilih pacaran sebagai jalan hidup, kita tetap keukeh dengan prinsip "Jomblo" Why not gituloh?
   Tapi sebaiknya sih kita juga kudu tahu tipe-tipe jomblo. Ini dia contekannya:




    1. Jomblo Sniper

         Jomblo yang ini belum pernah pacaran, baru sampai pada tahap mengincar target, soalnya mereka belum punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanya.
         Ciri-cirinya: suka menyembunyikan diri dari pusat keramaian, lebih senang nongkrong di tempat sepi, tapi matanya selalu awas mengincar target meskipun dari jarak jauh

    2. Jomblo Negatif
         Baru saja mendapat gelar jomblo setelah diputuskan oleh pacarnya. Masih diliputi kesedihan, desperation, rasa kecewa, belum bisa menerima kenyataan dan membenci yang namanya cinta.
         Ciri-cirinya: gampang sirik, sering kesal, bad mood, emosional, dan membenci film-film romantis.
         PS. Bagi pasangan lain, mohon hindari jomblo yang satu ini, apalagi untuk orang yang telah menggandeng mantan pacarnya. It's dangerous!

    3. Jomblo Biru
         Jomblo yang satu ini baru putus secara resmi, karena bosan dengan gaya pacaran yang monoton dan itu-itu saja. Nggak heran, kalau ia rajin berjuang untuk mendapatkan gebetan baru.
         Ciri-cirinya: wajah ceria kayak napi yang baru bebas, menikmati kembali kehidupannya, sering terlihat hang-out, dan nggak pernah absen datang ke berbagai acara.

    4. Jomblo Final
         Jomblo yang satu ini memasuki tahap pedekate dan hampir nmelepas status kejombloannya.
         Ciri-cirinya: tiada hari tanpa bercermin, rajin merawat tubuh dan penampilan, sering melamun dan tersenyum tiap kali baca sms, serta hobi mendengarkan lagu romantis.

    5. Jomblo Hunter
        Baginya, memiliki pasangan tetap adalah sesuatu yang membebaninya. Jadi, nggak heran kalau jomblo yang satu ini sering kali gonta-ganti pasangan.
        Ciri-cirinya: punya bakat selebriti, pede, menarik secara fisik, dan suka tebar pesona dimanapun berada, ogah berkomitmen.

   6. Jomblo Impossible
        Jomblo ini ibarat pungguk merindukan bulan, karena orang yang ditaksirnya selalu sudah menjadi pasangan orang lain
         Ciri-cirinya: selalu tampil keren 24 jam sehari, 7 hari seminggu, karena berharap si target jatuh hati padanya

   7. Jomblo Forever
        Jomblo yang satu ini murni belum pernah pacaran, hanya sebatas mimpi. Termasuk jomblo pasif, karena terkesan pasrah dan menunggu jodoh datang padanya. Hobi berdoa, "Please, jadikanlah aku pacarnya..."
       Ciri-cirinya: cuek, childish, tebar pesona, dan moody

   8. Jomblo Eror
         Jomblo ini gak pernah sukses pacaran karena tiap kali nembak selalu ditolak
         Ciri-cirinya:  punya semangat 45. over pede, dan kalimat pembuka tiap kali kenalan dengan lawan jenis adalah, "Hai, namaku...., married yuk!!!

   9. Jomblo Misterius
         Jomblo ini sangat 'introvert'. Dari 100% yang ada dalam pikirannya, hanya 10% yang terekspresikan. Sebenarnya jomblo ini sangat berpotensi, tapi sayang mereka kurang pede dengan kemampuannya.
        Ciri-cirinya: plin-plan, kurang mampu berkomunikasi, egois, perilaku nggak jelas, dan kurang peka terhadap suasana.

  10. Jomblo Tebar Pesona
        Jomblo tipe ini banyak ditemukan di sekitar kita. Nasibnya terlihat jauh lebih baik dalam hal mencari pasangan. mungkin karena memiliki beberapa kelebihan, seperti fisik oke, pandai berkomunikasi, lihai berpedekate, dan masih banyak lagi. Sayangnnya mereka selalu gagal dalm mempertahankan suatu hubungan.
      Ciri-cirinya: friendly, jago ngegombal, memperhatikan penampilan, selalu wangi, dan gampang beradaptasi.