Rabu, 27 April 2016

Thank You Jesus for Your Love, I'm Blessed!


Ketika berada dalam kesendirian di kesunyian malam
Sejenak merenungkan kembali tentang kehidupan ini
Hidup tak melulu tentang persoalan dengan sesama
Tapi ada juga Tuhan yang harus selalu diingat
Sudah sejauh mana hubungan pribadiku dengan Tuhan?

Terkadang suka malu dengan diri sendiri
Aku punya Tuhan yang selalu hadir dalam hidupku
Namun aku malah sering melupakan-Nya
Sekalipun aku melupakan-Nya, Dia tak pernah melupakanku
Dia selalu menyertai hidupku
Tak memandang seberapa banyak dosa yang telah kuperbuat
Tak memandang seberapa sering aku melupakan-Nya
Dia tetap baik padaku
Bahkan Dia rela mati demi menebus dosa-dosaku
Sungguh pengorbanan yang luar biasa
Bahkan manusia sendiri tak kan sanggup melakukan pengorbanan yang seperti itu

Aku punya Tuhan yang begitu luar biasa
Tapi aku masih sanggup melupakan-Nya?
Jahat sekali aku ini
Aku lebih menuruti keinginan dagingku daripada keinginan rohku
Oh Tuhan....
Masih pantaskah aku memohon kepada-Mu
Masih berhargakah aku dihadapan-Mu?

Setelah semua yang telah kulakukan dan Tuhan masih baik
Ketika aku melihat semua kebaikan-Mu dalam hidupku
Ketika aku menyaksikan seluruh hasil ciptaan-Mu yang begitu ajaib
Kadang ku menangis
Tuhan memberikanku segalanya
Bahkan yang tak pernah terpikirkan olehku, Tuhan sediakan bagiku
Sungguh baik Engkau Bapa
Kau pelihara hidupku hingga saat ini

Lantas apa yang bisa kuperbuat Tuhan?
Aku tak mempunyai sesuatu yang berharga yang bisa kupersembahkan bagi-Mu
Satu-satunya yang berharga ialah diriku
Maka kuputuskan 'tuk mempersembahkan hidupku pada-Mu

Kini aku tengah berjuang 'tuk menjadi pengikut Kristus yang sejati
Hidup sesuai dengan yang Tuhan kehendaki
Ku tahu memang tak mudah
Ada saja yang menghalangiku untuk hidup seturut dengan-Nya
Dunia seolah menarikku untuk hanyut didalamnya
Sehingga langkahku sulit untuk mencapai surga itu
Lagi dan lagi keinginan daging menjerumuskanku
Rohku begitu lemah rasanya
Dan aku masuk ke lembah dunia yang begitu menakutkan
Dunia memisahkanku dengan Pemilik dunia ini
Dunia sekarang begitu sesat, dunia begitu jahat
Kesesatan ini membuatku begitu terpuruk
Sehingga rasanya sulit untuk kembali lagi

Larut dalam keterpurukan ini tak lantas menbuatku kunjung kembali
Lama aku tersesat dalam dunia yang fana ini
Hingga kutemukan suatu cahaya yang menuntun langkahku 'tuk keluar dari kesesatan ini
Cahaya itu berbentuk suatu kerinduan
Kerinduan yang keluar dari diri sendiri
Kemudian menuntun langkahku kembali dekat pada-Nya
Ternyata kerinduan ini mengalahkan kedagingan itu
Dan roh pun kembali bernyala-nyala atas ku
Memperbaiki diri agar layak dihadapan-Nya
Membangun kembali relasi dengan Tuhan
Yang sempat rusak ketika aku tersesat

Melayani Tuhan dengan sepenuh hati
Mengucap syukur dalam segala hal
Hidup dalam firman Tuhan
Semuanya kulakukan atas dasar kerinduan
Kerinduan 'tuk terus bertumbuh dalam kasih Tuhan

Sebab Tuhan telah mengasihiku terlebih dahulu
Maka aku harus mengasihi-Nya juga
Sebab Tuhan lebih dulu datang untuk melayani
Maka aku harus melayani Tuhan juga

Bukan sok kerohanian atau sok suci
Bukan sok baik bak malaikat
Aku hanya ingin dekat dan mengenal-Nya yang telah menjadikanku nyata di dunia ini

Tak peduli orang berkata apa
Sebab hidup untuk Tuhan jauh menyenangkan
Daripada hidup untuk manusia itu sendiri
Hati manusia kerap berubah-ubah
Tapi hati Tuhan selalu penuh kasih

Pendekatanku dengan Tuhan membuatku lebih dewasa
Membuka pikiran tentang kehidupan
Kehidupan dunia hanya sementara
Jadi kenapa harus larut dalam dunia ini?

Dunia tanpa Tuhan hanyalah kehampaan
Yang membuat dunia penuh keegoisan dan dukacita
Tuhan yang punya dunia ini
Maka sudah selayaknya dikembalikan lagi kepada Pemiliknya

Mazmur 27:4

Sabtu, 23 April 2016

Officially 21

"21" yo
Waktu begitu cepat berlalu. Tanpa terasa kini usiaku telah memasuki angka ke 21. Tentunya banyak kisah yang kualami selama 21 tahun ini.
Mungkin kisahku tak semenarik atau sesempurna kisah hidup kebanyakan orang. Tapi aku tetap mensyukuri apa yang telah terjadi padaku. Aku pun selalu berusaha menikmati setiap kisah yang terjadi dalam hidupku. Karna aku tahu setiap kisah yang telah berlalu tak kan bisa diulang kembali. Kisah tersebut hanya akan menjadi sejarah dalam kehidupan.
Kini pilihan ada di tangan. Mau mengenang sejarah tersebut atau malah melupakannya (?)
Aku pun memilih untuk tetap menyimpannya dalam ingatan ini, pahit ataupun manis sejarah itu. Karna dari kisah yang telah berlalu, aku bisa berada disini sekarang. Kisah yang membuatku lebih tegar menghadapi kisah yang akan terjadi selanjutnya.
Ketika hidupku kini telah berusia 21 tahun, banyak hal yang menjadi perenunganku.
Ketika umur menuntutku untuk lebih dewasa, tapi terkadang sikapku masih seperti anak-anak, manja dan egois.
Tak hanya soal sikap dan kepribadian yang menjadi perenunganku saat ini.
Apa yang sudah kulakukan di usia segini?
Apakah aku sudah memberikan yang terbaik dalam hidupku?
Atau justru aku hanya menjadi batu sandungan bagi orang-orang disekitarku?
Mari renungkan sejenak tentang hal ini.

Ini sudah 21 tahun.
Ayo bangun, Wita! Sudah terlalu lama kamu terlelap!
Keluarlah dari zona nyamanmu itu. Hadapi dunia ini dengan penuh percaya diri.
Masih banyak hal yang belum kamu lakukan dalam hidupmu. Cobalah hal-hal baru yang menantang hidupmu.
Mungkin tak kan mudah. Tapi jangan sampai menyerah.
Ketika dirasa sulit untuk keluar dari zona nyaman tersebut, cobalah ingat kembali sejarah hidup itu.
Bukankah sejarah itu juga sangat sulit dulu dirasa?
Jangan menjadikan semua ini beban. Nikmatilah setiap alur dalam ceritamu.
Kamulah pemeran utamanya.
Tapi ingatlah satu hal, kamu hanya pemerannya.
Tuhanlah yang menjadi penulis dan sutradara dalam ceritamu.
Serahkan kisahmu pada-Nya, maka semua akan berakhir indah.
"HAPPILY EVER AFTER"