Jumat, 17 Juni 2011

Seputar Death Note


Alvino putra H.Y
Death note.jpg
デスノート
(Desu Nōto)
Genre Misteri, Detektif, Drama Triller
Manga
Pengarang Tsugumi Ohba
Ilustrator Takeshi Obata
Penerbit Bendera Jepang Shueisha
Penerbit bahasa Indonesia Bendera Indonesia m&c
Jumlah buku 12
Novel
Death Note Another Note: The Los Angeles BB Murder Cases
Pengarang Nisio Isin
Penerbit Shueisha
Anime TV
Sutradara Tetsurō Araki
Penulis Toshiki Inoue
Studio Madhouse
Jumlah episode 37
Film anime
Death Note: Relight: Visions of a God
Sutradara Tetsurō Araki
Penulis Toshiki Inoue
Studio Madhouse
Film anime
Death Note: Relight 2: L's Successors
Sutradara Tetsurō Araki
Penulis Toshiki Inoue
Studio Madhouse
Dirilis August 22, 2008
Film live-action
Death Note
Sutradara Shūsuke Kaneko
Produser Toyoharu Fukuda
Takahiro Kohashi
Takahiro Satō
Penggubah Kenji Kawai
Studio NTV, Warner Bros.
Pelisensi VIZ Pictures, Warner Bros.
Durasi 125 minutes
Film live-action
Death Note: The Last Name
Sutradara Shūsuke Kaneko
Produser Toyoharu Fukuda
Seiji Okuda
Takahiro Satō
Penggubah Kenji Kawai
Studio NTV, Warner Bros.
Pelisensi VIZ Pictures
Durasi 140 minutes
Film live-action
Death Note: L, Change the World
Sutradara Hideo Nakata
Produser Toyoharu Fukuda
Seiji Okuda
Takahiro Satō
Studio NTV, Warner Bros.
Pelisensi VIZ Pictures
Dirilis Bendera Hong Kong February 7, 2008
Bendera Jepang February 9, 2008
Bendera Singapura February 29, 2008
Bendera Amerika SerikatApril 29, 2009
Durasi 140 minutes
Portal Anime dan Mang
Death Note, di Indonesia juga dikenal dengan judul Dunia Dewa Kematian, adalah judul sebuah serial manga Jepang yang ditulis oleh Tsugumi Ohba dan ilustrasi oleh Takeshi Obata. Manga ini menceritakan tentang Light Yagami, seorang siswa jenius yang secara kebetulan menemukan Death Note milik shinigami (dewa kematian).

Sinopsis Manga

Manga dan film layar lebar Death Note memiliki inti yang sama yaitu seorang siswa SMA terbaik sejepang bernama Light Yagami yang menemukan Death Note kepunyaan shinigami (dewa kematian) bernama Ryuk. Light merasa dunia sudah membusuk karena dipenuhi oleh manusia tidak berguna (penjahat), karena itu Light memutuskan untuk mengorbankan dirinya agar dunia menjadi lebih baik. Light membunuh para penjahat dengan menggunakan nama KIRA, sayangnya Light menjadi tidak terkendali dan membunuh semua orang yang menghalanginya. Tidak butuh waktu lama nama KIRA mendunia. KIRA dikenal sebagai penjahat/pahlawan yang membuat para penjahat mati karena serangan jantung (Light hanya menuliskan nama tanpa menuliskan detailnya sehingga orang-orang itu mati karena serangan jantung).
 L vs R
Aksi Light ini menarik perhatian ICPO (Interpol / International Criminal Police Organization – Organisasi Kriminal Internasional), dan detektif (fiktif) paling terkenal di dunia, L. L menawarkan bantuan kepada pihak kepolisian Jepang untuk menangkap R. Dengan suatu cara yang sangat cerdas, L berhasil membuktikan bahwa KIRA beroperasi dari Kantou, Jepang, dan melalui broadcast televisi nasional, L menyatakan bahwa ia akan ‘menangkap KIRA dan membawanya ke hukuman eksekusi’, sebagai wujud konsekuensinya terhadap keadilan. raito, yang yakin bahwa dirinya, dan ideologi adalah keadilan yang sesungguhnya, menerima ‘tantangan’ dari L tersebut.

L yang sudah melakukan penyelidikan mulai mencurigai Light. Ia kemudian membentuk sebuah tim investigasi kecil bersama 6 anggota NPA (National Police Agency aka Kepolisian Jepang), yang beranggotakan Souichiro Yagami (ayah Light Yagami), Matsuda Touta, Hideki Ide, Kanzo Mogi, Aizawa, dan Ukita (kemudian tewas oleh KIRA). Untuk memulai langkah awalnya, kamar Light dipasang kamera pengintai dan penyadap. Light dengan suatu cara yang cerdik berhasil mengelabui kamera pengintai tersebut dan tetap ‘mengeksekusi’ kriminal dengan Death Note-nya. L, yang tetap yakin Light adalah KIRA, kemudian memulai langkah berani dan penuh resikonya, bertemu langsung dengan Light untuk mendapatkan bukti yang konkret.

Dalam acara penerimaan mahasiswa baru, Light terpilih sebagai mahasiswa baru terbaik bersama seseorang yang menyebut dirinya Hideki Ryuuga (artis Jepang yang terkenal saat itu, terinspirasi dari artis Jepang sebenarnya, Gackt), sebuah nama yang dipilihnya untuk melindungi dirinya kalau-kalau Light mencoba untuk ‘mengeksekusi’nya dengan Death Note. Hideki Ryuuga kemudian memberitahu Light bahwa ia adalah L. Semenjak itu L dan Light saling menyelidiki identitas masing-masing dengan lebih hati-hati. Karena keduanya memiliki tingkat kecerdasan yang setara, kedua pihak tersebut selalu bisa membaca langkah-langkah lawannya, dan ‘perang dingin’ yang keras berlangsung di antara mereka.

Tak lama setelah Light bertemu dengan L dan bergabung ke dalam tim investigasi, KIRA melakukan siaran broadcast nasional untuk menggerakkan polisi. Dari perilakunya yang berbeda dengan KIRA yang dikejarnya, L segera menyimpulkan bahwa telah muncul KIRA yang kedua. Di sini terjadi perburuan segitiga antara L, Light (KIRA), dan KIRA yang kedua. Ketiganya saling mencari satu sama lain. Tanpa diduga, KIRA kedua adalah Misa Amane, seorang aktris muda yang memuja KIRA yang telah membalaskan dendam orang tuanya, dan jatuh hati kepada Light Yagami. Ketika akhirnya ketiganya bertemu, intrik-intrik yang dilakukan satu sama lain menjadi semakin pekat, dan berakhir pada tewasnya L oleh Shinigami KIRA kedua.

L yang tewas segera digantikan kedudukannya oleh Light, sebagai satu-satunya orang dengan kecerdasan intelektual yang hampir setara dengan L. Light, yang yakin dirinya tak terkalahkan karena memainkan dua peran sekaligus (L dan KIRA), mulai bergerak menguasai dunia.

Di luar dugaan Light, melalui peralatan mekanis otomatis yang dirancang L, berita mengenai kematiannya segera diketahui oleh Roger, kepala sekolah Wammy House, sebuah institusi khusus yang didirikan untuk mendidik anak-anak jenius di seluruh dunia untuk satu tujuan: menciptakan penerus L.

Roger segera bertindak dengan menginformasikan ini kepada dua kandidat penerus L, Mello dan Near. Kedua remaja tersebut memiliki sifat yang sangat bertolak belakang, Mello bertemperamen tinggi, spontan, dan terobsesi menjadi nomor satu. Sementara Near hampir tidak menunjukkan emosi, dan sangat observatif, dan cenderung pasif.

Mello yang mendengar berita ini segera naik darah, sementara Near hanya dengan tenang mengatakan bahwa apabila seseorang tidak bisa memenangkan permainan yang dimainkannya, ia hanya pecundang (dimaksudkan untuk L). Mello kemudian bertanya kepada Roger, siapa yang dipilih L sebagai penerusnya, yang dijawab ‘tak ada’, agar mereka bekerja sama sebagai penerus L. Near setuju, namun Mello, yang selalu terobsesi menjadi nomor satu, yang tak pernah diperolehnya karena keberadaan Near, menolaknya dan berkata bahwa Near lebih pantas menjadi penerus L.

Mello kemudian keluar dari institusi itu untuk mengejar KIRA dengan caranya sendiri, dengan menjadi anggota organisasi kriminal terbesar di dunia, Mafia.
Mello vs Near vs KIRA
Mello terbukti bukan remaja biasa. Dalam waktu satu setengah tahun, dia berhasil menjadi kepala organisasi Mafia. Untuk membuktikan bahwa ia adalah penerus L yang pantas, dan untuk membuktikan bahwa ia lebih baik dari Near, Mello segera mendapatkan Death Note yang disimpan oleh NPA, dengan cara menculik Sayu Yagami, adik perempuan Light Yagami, dan meminta Death Note sebagai pertukarannya. Light yang terkejut bahwa fakta kematian L telah diketahui orang luar, kemudian berkontak dengan SPK (Special Provision for KIRA), sebuah organisasi pimpinan Near yang didirikan Amerika Serikat untuk menangkap KIRA.

Selang beberapa lama sejak Mello mendapatkan dan ‘menguji’ kekuatan Death Note, Light mengatur rencana untuk merebut kembali Death Note tersebut. Pada saat itu datang seorang Shinigami, Shidou, pemilik asli Death Note yang dipegang oleh Mello, untuk mengambilnya kembali. Mello segera mendapatkan informasi darinya bahwa beberapa peraturan yang tertulis di Death Note adalah palsu, dan siapapun yang menuliskan peraturan palsu ini, melakukannya untuk membuat dirinya bebas dari kecurigaan bahwa ia adalah KIRA.

Light, dengan bantuan anggota NPA dan mata-Shinigami Misa, berhasil melakukan serangan mendadak ke markas rahasia Mello, menghabisi semua anak buahnya, mengambil kembali Death Note, dan nyaris menangkap Mello. Mello, di tengah kekacau balauan yang ditimbulkan oleh NPA (di bawah komando L / Light), mendapati bahwa nama aslinya, Mihael Keehl, telah diperoleh Soichiro Yagami, ayah Light Yagami yang juga anggota NPA, yang telah memiliki mata-Shinigami seperti Misa. Sebelum Soichiro sempat menuliskan nama Mello di Death Note, seorang anak buah Mello menembakinya hingga sekarat. Anggota NPA lain yang menerjang untuk menolong Soichiro masuk, dan Mello meledakkan seisi markas Mafia-nya untuk melarikan diri.

Peristiwa ini membuat Mello menderita luka di separuh wajahnya, dan membuat Near menyadari adanya kaitan antara KIRA dengan serangan ini. Soichiro Yagami yang sekarat akhirnya meninggal tanpa sempat menuliskan nama Mello, sesuatu yang membuat Light depresi, yang kemudian mengembalikan Death Note yang diambilnya tersebut kepada Shinigami Shidoh.

Near yang memiliki daya analisis yang sangat tinggi, menganalisis peristiwa ini, dan curiga bahwa KIRA adalah L sendiri. Mello kemudian datang dan memberikan informasi yang diperolehnya dari Shinigami Shidoh tersebut kepada Near. Hal ini segera membuatnya menyadari bahwa KIRA memang adalah L, dan segera melakukan kontak kepada L (Light Yagami).
Light yang mengetahui bahwa Near dan Mello mulai menyadari bahwa ia adalah KIRA, mulai menggerakkan massa dan membuat prajurit ‘pengikut KIRA’ untuk melenyapkan keberadaan kedua penerus L tersebut, yang bisa mengancamnya merealisasikan ‘utopia’ yang sedang dibangunnya.

Tujuan KIRA adalah untuk membawakan 'keadilan' kepada dunia yang telah membusuk, dan menjadi 'Tuhan' di dunia baru tersebut.
Tujuan Mello adalah membalaskan dendam L dan menjadi orang nomor satu di dunia.
Sedangkan Near adalah untuk meneruskan perjuangan L, menangkap KIRA dan membawanya pada keadilan.

Persaingan antara Near dan Mello untuk menangkap KIRA membawakan pertempuran intelek yang sangat menarik untuk disaksikan para pembacanya. Light menghadapi berbagai serangan tak terduga dari kedua kandidat penerus L tersebut. Dan tanpa disangka, persaingan menjadi yang terbaik antara kedua remaja jenius tersebut berujung pada kerja sama yang akhirnya membawa akhir bagi KIRA dan 'eksekusi'nya.

Layar Lebar

Dalam versi layar lebarnya, Death Note dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Death Note, Death Note: The Last Name, dan Death Note: L Change The World.

Death Note


Death Note
Cerita Death Note berawal ketika Light Yagami menemukan sebuah buku yang ternyata milik Shinigami (Dewa Kematian) bernama Ryuk (Ryuku). Di dalam Death Note milik Ryuk, terdapat cara menggunakan Death Note yang ditulis olehnya sendiri. Death Note ini kemudian digunakan untuk mewujudkan idealismenya yaitu untuk menciptakan dunia baru yang bersih dari kejahatan, dengan dirinya sebagai Dewa.
Kemudian Death Note ini dia gunakan untuk membunuh para kriminal. Mendapatkan data para kriminal dari televisi maupun mencuri data kepolisian pusat (ayahnya, Shoichiro Yagami adalah seorang polisi). Ternyata tindakannya ini mengundang berbagai reaksi, baik dari masyarakat, para petinggi Jepang, bahkan dari para petinggi internasional. Kebanyakan masyarakat setuju dengan tindakan pembersihan dunia itu, namun para petinggi tidak menyetujuinya karena tindakan tersebut bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.
Tidak hanya itu hambatan yang ditemui Raito (yang dijuluki KIRA, sebutan untuk Killer dalam dialek Jepang) untuk mewujudkan dunia yang bersih, dia juga harus berhadapan dengan L yang selanjutnya dikenal dengan nama Ryuzaki (nama asli L adalah L Lawliet). L adalah seorang detektif profesional muda bertaraf internasional yang hanya bergerak di belakang layar. Setelah bertemu L Lawliet, jalan cerita "Death Note" menjadi semakin menarik (ditambah dengan munculnya Kira Kedua dan sebagainya, dalam versi anime dan manganya).

Death Note: The Last Name


Death Note 2
Death Note: The Last Name menceritakan tentang Kira Kedua yaitu seorang artis yang baru naik daun bernama Misa Amane, diceritakan juga asal usul mengapa Misa memiliki buku Death Note yang kedua. Misa memiliki buku death Note yang kedua karena dewa kematian yang selalu menjaga Misa (bernama Jealous) mati untuk menyelamatkan Misa yang akan dibunuh oleh seorang penjahat. Jelaous memperpanjang umur Misa, namun dengan begitu maka Jealous hancur menjadi pasir. Jealous kemudian meminta sahabatnya yang juga dewa kematian bernama Rem, Rem kemudian menjaga Misa dan mengajarkan bagaimana cara menggunakan Death Note. Misa yang telah kehilangan seluruh keluarganya karena dibunuh oleh seorang perampok. Misa yang melihat wajah pembunuh itu kemudian melaporkan pembunuh itu, namun karena kesaksian Misa tidak cukup kuat, maka pencuri itu kemudian dibebaskan. Misa yang sedih berlarut-larut dalam kesedihannya kemudian melihat berita bahwa pencuri itu telah mati karena serangan jantung. Misa Amane kemudian sangat memuji KIRA.
Light Yagami kemudian dicurigai oleh L sebagai Kira. Saat sedang diinterogasi dalam Markas Besar L, ternyata Kira Kedua beraksi dengan 'mata'-nya. Kira Kedua membunuh semua yang menentang KIRA. Kira Kedua memberikan sebuah rekaman suara yang menginginkan agar semua orang menyetujui kira yang dikirimkan ke Sakura TV. Kemudian datanglah Ayah Light (Shoichiro Yagami) ke stasiun TV itu. Di Stasiun TV sakura, Shoichiro kemudian memaksa Produser Sakura TV untuk menghentikan acara itu, karena ditodong pistol, produser itupun kemudian terpaksa menghentikan acara tersebut.
Khawatir akan Kira dan Kira Kedua bertemu, L memerintahkan untuk membuat rekaman suara yang isinya adalah untuk agar Kira Kedua menyerahkan diri sebelum bertemu dengan Kira I. Tanpa disangka-sangka, ternyata Kira Kedua, Misa Amane telah jatuh cinta kepada Light (Kira). Misa kemudian mendatangi rumah Light dan menyerahkan Death Notenya. Misa meminta agar Light menjadi kekasihnya.
L menemui Light di kampusnya sambil menanyakan kedatangan Misa kerumahnya kemarin malam. Ryuzaki yang memakai topeng kemudian bertemu dengan Misa Amane. Misa kemudian membaca nama asli Ryuzaki. Misa kemudian dirubungi oleh para Fansnya di kampus Light dan menyatakan bahwa Light adalah kekasih Misa. Dikerumunan itu, Ryuzaki mengambil Handphone Misa. Ketika Misa dan Ryuzaki pergi, Light menelepon Misa yang kemudian diangkat oleh Ryuzaki. Dilain sisi, Misa sudah diamankan oleh polisi anak buah Ryuzaki.
Misa dipaksa untuk mengatakan apakah dia adalah kira dan siapakah kira I, namun karena cintanya kepada Light Yagami, dia tetap diam. Misa kemudian meminta Rem menghapus memori tentang death note dari pada dia harus mengatakan Light adalah Kira I. Rem kemudian mendatangi Light dan mengancam akan membunuh Light jika sesuatu terjadi kepada Misa. Light kemudian menyembunyikan Death Note yang dimilikinya dan menyuruh Rem untuk mencari pemilik Death Note baru, Rem yang ingin Misa selamat kemudian menyetujui Light dan pergi mencari orang untuk menjadi Kira III.
Rem kemudian menyerahkan Death Note-nya kepada seorang gadis di Sakura TV bernama Yamada. Yamada kemudian membunuhi para penjahat dan menyiarkan di TV untuk Mensuport Kira. Misa yang telah kehilangan ingatannya kemudian mulai berbicara tentang Light, namun hanya mengatakan tentang masa pacaran dan bertemunya di Sakura TV. Lightpun kemudian menghilangkan ingatannya, Light dan Misa kemudian dibebaskan. Light yang kehilangan ingatannya tentang Death Note kemudian membantu Ryuzaki untuk mencari Kira III. Dengan bantuan Light, kemudian Kira III ditemukan dan dijebak dengan ancaman bahwa video pengintai kamarnya akan diberitahukan kepada seluruh dunia. Takut akan ancaman tersebut, Yamada kemudian nekat untuk menuliskan nama orang yang akan menyiarkan videonya di dalam Death Note. Yamada yang mengetahui bahwa dia tak bisa membunuh orang itu kemudian datang ke Sakura TV. Disana semua agen polisi, Ryuzaki dan Light memegang buku itu dan dapat melihat Rem. Light yang menyentuh Death Note itu kemudian mengingat masa lalunya bersama Death Note. Light yang sudah ingat kemudian menuliskan nama Yamada dibalik jam tangannya dimana dia menaruh secarik kertas dari death note. Kematian Yamada kemudian menjadi misteri.
Light yang sudah mengingat kembali masa lalunya bersama Death Note kemudian menyuruh Misa yang telah dibebaskan untuk mengambil Death Note-nya yang dia sembunyikan dahulu. Misa yang menemukan Death Note itu kemudian mengingat lagi masa lalunya dan dapat melihat Ryukk (Dewa Kematian Death Note). Misa kemudian mulai membunuhi orang-orang lagi. Ryuzaki kemudian mengundang Misa ke Markas Besar, saat itu, dia juga menyuruh Soichiro Yagami untuk menyerahkan Death Note yang ada di markas besar ke FBI. Light kemudian menyuruh Rem untuk mengisi nama pengawal yang mengantar Misa di dalam Death Note, dengan begitu Rem akan mati. Rem kemudian hancur berubah menjadi pasir. Ryuzaki yang merencanakan jika dia mati, maka pengawal yang mengantar Misa akan meledak untuk menghancurkan Death Note mengalami kegagalan. Pengawal itu mati dan Ryuzakipun mati. Misa kemudian bertemu dengan Light di Lobi. Disana, Light menuliskan nama ayahnya untuk menyerahkan Death Note, ayahnya kemudian kembali ke markas, ternyata Death Note yang ada di tangan Misa adalah palsu. Light menyangka bahwa Misa mengkhianatinya.
Ryuzaki kemudian turun dari tangga sambil memperlihatkan death note-nya. Disana dia sendiri telah menuliskan namanya. Light yang terdesak kemudian berusaha untuk mengambil potongan kertas Death Note yang diselipkan di jam tangannya, saat hendak mengeluarkannya, kemudian jam itupun ditembak oleh salah seorang personil polisi, bernama Tota Matsuda. Saat Light mencoba untuk mengambilnya, Matsuda kemudian menembak kaki Light. Light yang tersudut kemudian meminta Ryuk untuk menuliskan nama semua orang yang ada ditempat itu untuk dibunuh. Tak disangka-sangka, Ryuk justru menuliskan nama Light Yagami, Light kemudian mati karena serangan jantung. Death Note kemudian dihancurkan. Ryuzaki yang menunggu kematiannya kemudian mati dengan tenang.

Death Note: L Change The World


Death Note
Kehidupan L sebelum dia meninggal diceritakan di dalam film Death Note: L Change The World. Setelah membuat keputusan yang berat dengan menuliskan namanya sendiri di Death Note bahwa ia akan mati 23 hari ke depan, L mendapatkan sebuah kasus yang sangat serius dan sulit.
Kasus itu bermula ketika salah satu agen Watari yang berinisial K, muak dengan dunia yang sudah membususk ini karena bagi dia banyak sekali manusia – manusia yang tidak berguna memenuhi bumi ini dan membuat bumi jadi sesak. ia ingin memusnahkan mereka semua dengan virus mematikan yang sangat cepat penyebarannya. virus ini pernah menginfeksi di sebuah desa terpencil di Thailand dan satu – satunya orang yang tidak terinfeksi adalah seorang anak yang bernama Boy. anak itu diselamatkan oleh agen watari lainnya yang berinisial F dan menyuruhnya untuk menghubungi watari, tapi sayangnya saat itu Watari sudah meninggal dan L lah yang akan mengurus anak itu. melalui Boy, L mendapatkan data – data tentang virus itu dari kalung Boy yang diberikan oleh F.
Selain Boy, adalagi seorang anak yang diurus oleh L bernama Maki. Maki ini seorang anak dari ilmuwan yang jenius yang diperintahkan untuk membuat vaksin dari virus tersebut. setelah vaksinnya jadi, K datang menemuinya untuk merebut vaksin dan memberitahu ambisinya untuk mengurangi populasi manusia dengan virus tersebut. karena tidak setuju, Ayah Maki menolak dan melenyapkan vaksin. ia pun menyuntikkan virus kedirinya sendiri untuk menularkannya ke K. K berhasil lolos dengan membakar laboratorium itu. Maki yang melihat ayahnya tewas menjadi sedih dan mencari Watari untuk membalaskan dendam ayahnya. karena Watari sudah meninggal, maka L lah yang mengurus Maki.
Di markas L, tiba-tiba K datang bersama gerombolannya. Mereka memang punya janji, tapi janji dilakukan siang hari, tetapi K tidak mau menurutinya. Maki yang marah melihat orang-orang yang telah membuat ayahnya tewas menyuntikkan virus ke dalam tubuhnya. Saat salah satu gerombolan K akan menembak, L menyelamatkan Maki dan membawanya kabur bersama anak kecil. L mendapat bantuan dari salah satu agen FBI. Mereka kabur dengan truk Angel Crepe. L berusaha mencari profesor yang merupakan penulis buku tentang Infeksi Virus bersama ayah Maki. Akhirnya profesor itu sudah mereka temukan. Sayangnya Maki mulai terinfeksi virus tersebut, padahal waktu yang tersisa bagi L untuk hidup tinggal tiga hari lagi.
Profesor mencoba untuk meneliti virus itu dan membuat vaksinnya. Sambil menunggu vaksin, L, Maki, dan anak laki-laki itu makan bersama di atap laboratorium. Saat itulah terjalin kehangatan di antara mereka bertiga setelah sekian lama lelah diburu-buru gerombolan Kujo. Maki meminta L meluruskan punggungnya dan menghentikan kebiasaannya untuk makan makanan manis.
Malamnya, Maki pergi menemui K dan gerombolannya, tapi ia disandera dan akan dibawa ke Amerika. Vaksinpun sudah selesai dibuat. L segera menuju bandara. Di dalam pesawat, virus dari tubuh Maki sudah aktif, semua penumpang terinfeksi. L segera datang menyelamatkan K dan para penumpang. L menyuruh K untuk terus hidup.
Di akhir cerita, L memasukkan anak laki-laki itu ke asrama milik Watari dan menamai anak itu Near, yang berarti bahwa siapa pun yang berada di dekatnya membutuhkan bantuan, pasti akan diselamatkan.

Novel

Death Note juga muncul dalam versi novel. Namun kali ini penulisnya adalah Nisio Isin. Judulnya adalah Death Note Another Note: The Los Angeles BB Murder Cases. Cerita bermula pada tahun 2002. Bercerita tentang seorang anak bernama Beyond Birthday, anak yang di ambil dari Wammy's House dalam percobaan untuk mencari pengganti L, dan di kenal sebagai BB, pelaku pembunuhan di Los Angeles. Selain BB, juga terdapat seorang anak yang bernama A (nama aslinya tak di ketahui, yang juga terpilih untuk menggantikan L). Tekanan di Wammy's House terbukti terlalu besar bagi mereka, dan membuat A memutuskan untuk bunuh diri, ketika BB memilih jalan yang lain (jalan dengan membunuh korban yang akan segera mati) dan muncul dengan rencana untuk melampaui L, sebagai "World's Greatest Criminal", dan membuat L tidak dapat memecahkan kasus yang di buat BB.
Beyond Birthday terlahir dengan mempunyai mata shinigami, yang mana bisa membuat dia melihat berapa lama lagi orang di sekitarnya dapat hidup, Dan juga mengetahui nama lengkap orang tersebut. Dia menggunakan kemampuan ini untuk memilih korbannya dan membunuh mereka jika telah di ketahui mereka akan segera mati. Tidak di ketahui bagaimana bisa dia terlahir dengan mata shinigami tersebut, Mello pernah berpikir bahwa mata Shinigami tersebut di jatuhkan ke bumi (seperti halnya Death Note). Beberapa orang mengklaim Beyond Birthday adalah seorang kanibal, tapi ini hanyalah gossip. Di Novelnya tidak di sebutkan bahwa dia memakan korbannya.
Dalam penyelidikan Naomi Misora, kasus pembunuhan di Los Angeles yang dilakukan Oleh BB, di jelaskan bahwa BB memiliki sebotol penuh dengan selay strawberry di lemari es milik korbannya. Beberapa orang menyimpulkan dia mirip dengan L dan Mello yang menyukai sesuatu yang manis, Beyond Birthday diduga menyukai selay Strawberry.
Beyond dapat dikatakan sebagai penggemar L. Terlihat dari perilaku dan cara berpakaiannya. Dan hal ini sempat membuat Naomi tertipu. Beyond juga sempat mengganti namanya menjadi Rue Ryuuzaki. Saat Naomi tiba di lokasi pembunuhan yang dilakukan BB selanjutnya, setelah mengumpulkan beberapa petunjuk, dia menemukan fakta bahwa Rue Ryuuzaki adalah Beyond Birthday, dan pada pembunuhannya yang terakhir BB merencanakan untuk bunuh diri, tapi Naomi berhasil menghentikan BB dari percobaan membakar dirinya sendiri dan juga menangkap BB.
Beberapa tahun kemudian, pada tanggal 21 Januari 2004, Beyond Birthday meninggal dengan serangan jantung, di perkirakan dia temasuk dalam catatan penjahat yang di bunuh oleh Kira....

Belajar Bersyukur


           Pagi-pagi, tampaklah Vivi keluar dari rumahnya yang nampak kecil. Dari sana dia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dia memakai sepatunya yang sudah sangat tidak layak dipakai.
            “Huft, parah banget nih sepatu. Lebar banget koyaknya. Andaikan uang ibu banyak, pasti aku udah beli sepatu baru,” gerutu Vivi dalam hati.
            Ya, begitulah kehidupan Vivi yang sederhana. Ibunnya hanya bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan ayahnya bekerja sebagai TKI di luar negeri. Kehidupan mereka sangat kekurangan. Jangankan untuk beli sepatu baru, untuk makan aja mereka sangat susah.
            Setelah selesai memakai sepatu, Vivi berangkat ke sekolah. Tak lupa dia pamit sama ibunya. Dia melangkah dengan menyeret kakinya, agar orang-orang tidak melihat sepatunya yang rusak. Beberapa menit dia menunggu angkot, dan akhirnya dia naik ke sebuah angkot yang menuju ke sekolahnya.
            Begitu naik, dia memilih tempat duduk yang paling sudut agar orang-orang tidak memperhatikannya. Beberapa saat kemudian, Lala, teman sekolah Vivi naik angkot di mana Vivi berada. Dia duduk di sebelah Vivi.
            “Hai Vi,” sapanya senyum.
            ‘Hai,” sapa Vivi balik. Kemudian mereka diam sesaat di angkot. Lala memperhatika Vivi dari atas sampai bawah, kemudian dia melihat sepatu Vivi yang rusak.
            “Vi, sepatu lo kenapa? Kok sepatu butut gitu masih lo pakai?” tanya Lala yang mengejutkan Vivi.
            “Ee, anu, sepatu putih gue gak nampak, udah gue cari kemana-mana, tapi gak ketemu-ketemu. Gue sih tadi mau pakai sepatu pink, tapi gue takut dimarahi. Terus gue cari sepatu hitam, yang ada cuma ini. Gue lupa beli sepatu. Terpaksa deh gue pakai yang ini,” jawab Vivi bohong.
            “Mendingan lo beli aja nanti, kebetulan gue sama anak-anak yang lain mau belanja nanti. Lo ikut ama kita aja,” ajak Lala.
            “Ee, gue lupa bawa uang nih,” Vivi berusaha ngeles.
            “Lo pinjam uang gue aja. Tapi begitu lo bawa uang, lo ganti uang gue,” Lala menawarkan bantuan yang membingungkan buat Vivi.
            “Tapi gue gak enak ama lo,” Vivi berusaha menolak.
            “Uda, gak pa-pa. Santai aja kali. Lo kan anak pengusaha, pasti lo cepat mengembalikan uang gue. Iya gak?”
            “Iya sih, tapi..”
            “Udah, lo pokonya lo ikut,” paksa Lala.
            “Eee, iya deh,” akhirnya Vivi menerima ajakan Lala.
            Begitulah Vivi, dia malu mengakui keadaannya yang sebenarnya di depan teman-temannya. Dia mengaku kalau Ayahnya seorang pengusaha terkenal di Jakarta dan Ibunya seorang desainer yang terkenal juga. Selama ini dia selalu mengarang cerita tentang kehidupannya dan teman-temannya percaya dengan ceritanya.
            Sepulang sekolah, Vivi dan teman-temannya langsung menuju ke sebuah mall yang terkenal di Jakarta. Teman-teman Vivi berbelanja sangat banyak, sedangkan Vivi hanya bisa menelan air liurnya melihat harga barang-barang yang ada di mall itu. Ketika mereka sampai di sebuah toko sepatu, Lala mengingatkan vivi agar dia membeli sepatunya.
            “Kok cuma dilihati? Pilih donk salah satu,” Lala membantu Vivi mencarikan sepatu.
            “Gue bingung nih milihnya,” jawab Vivi bohong. Tiba-tiba Lala memberikan salah satu sepatu kepada Vivi.
            “Ini aja, kayaknya ini pas deh sama lo,” Lala mencocokkan sepatu itu dengan kaki Vivi. Dan ternyata memang pas di kaki Vivi. “Pas kok. Udah, yang ini aja.”
            Vivi melepaskan sepatu itu dan melihat label harganya. “Ha? Rp.478.000,00?? Gila, mahal banget. Bagus sih bagus, tapi harganya juga ikutan bagus,” gerutu Vivi dalam hati.
            “Gimana?” tanya Lala memastikan.
            “Ya udah deh, yang ini aja,” kata Vivi akhirnya. Kemudian mereka menuju kasir untuk membayar sepatu itu. Lala memberikan sejumlah uang kepada pegawai kasir itu.
            Setelah membayar sepatu, mereka pun melanjutkan belanja mereka ke toko-toko baju. Lagi-lagi, Vivi membeli baju-baju dengan harga mahal. Setelah lelah berbelanja, mereka singgah di salah satu cafe yang ada di mall itu.
            Sambil duduk-duduk, mereka menikmati minuman yang sudah mereka pesan. Kemudian teman-teman Vivi sibuk dengan BlackBerry mereka masing-masing. Vivi hanya bisa melihat teman-temannya. Dia iri kepada teman-temannya. Jangankan BB, hp aja dia gak punya. Tiba-tiba, Sheila melihat Vivi tidak mengeluarkan BB seperti yang mereka punya.
            “BB lo mana Vi?” tanya Sheila heran. Vivi pun terkejut dengan pertanyaan Sheila.
            “Iya, dari kemaren, kita gak pernah tuh melihat lo megang BB?” kata Chika menambahkan.
            “BB gue di sita nyokap gue gara-gara nilai gue turun,” lagi-lagi Vivi berbohong. “Jadinya sekarang gue gak bisa BBM-an deh.”
            “Kasihan banget lo ya, ya udah, sabar aja,” Lala menghibur Vivi.
            “Makasih ya La,” kata Vivi.
            Setelah selesai minum, mereka pun pulang. Di perjalanan, mereka bersendau gurau di dalam mobil Chika. Akhirnya, mereka sampai di sebuah rumah yang besar. Vivi turun di situ. Dia mengaku kalau itu rumahnya dan teman-temannya percaya. Setelah teman-temannya benar-benar menghilang dari pandangannya, Vivi berjalan menuju rumahnya.
            Sampai di rumah, Vivi masuk diam-diam agar ibunya tidak melihat beberapa belanjaan Vivi. Dia pun berhasil masuk ke kamarnya tanpa ketahuan Ibunya. Dengan cepat Vivi meyembunyikan belanjaanya di sudut kamar dekat lemari. Kemudian dia mandi dan tidur-tiduran di kamarnya.
            “Aduh, gimana ini? Apa yang harus kulakukan untuk melunasi hutangku sama Lala besok?” Vivi menghitung total hutangnya. Dan ternyata total hutangnya Rp.876.000,00. “Gila, banyak banget hutang gue. Gimana ini? Kalau kuminta sama Ibu, pasti ibu marah. Aduh, mati gue.”
            Tiba-tiba, Ibu Vivi masuk ke kamar Vivi. Ibu vivi memberikan sejumlah uang kepada Vivi.
            “Ini Vi, uang sekolah mu yang udah nunggak sama biaya administrasimu yang lain. Ibu baru gajian, ayahmu juga baru ngirim uang. Jadi baru sekarang deh ibu bisa bayar administrasimu sekolahmu,” Ibu memberikan uang sejumlah Rp. 900.000,00. “Jangan lupa dibayar ya Vi.”
            “Iya bu,” angguk Vivi. Kemudian ibu Vivi keluar kamar. Viv menghitung jumlah uang tersebut. “Aha, apa gue pakai aja dulu uang iini? Kalaun uang sekolah kan masih ada waktu untuk ngelunasinya.”
            Keesokan harinya, Vivi membayar hutangnya sama Lala.
            “Ini La, makasih ya,” kata Vivi.
            “Ok, sama-sama,” jawab Lala ramah.
            Seminggu kemudian, Vivi dipanggil guru BP ke kantor.
            “Vi, mana uang sekolahmu sama uang administrasimu yang lain? Ini sudah lewat dari tanggal yang sudah dijanjikan ibumu,” tanya pak Lamhot tegas.
            “Maaf pak, ibu belum punya uang,” jawab Vivi bohong.
            “Jadi gimana ini? Kalau begitu, sabtu ini, semuanya harus sudah lunas. Bapak gak mau tahu.”
            Vivi mengangguk pelan. “Iya pak.” Dia meninggalkan kantor dengan raut wajah sedih. “Aduh, apa yang harus gue lakukan dalam waktu 3 hari? Apa gue pinjam uang sama Lala? Dia kan baik, kalau gue ceritai semuanya yang sebenarnya, pasti dia ngerti.”
Sore harinya, Vivi memberanikan diri datang ke rumah Lala dan menceritakan semuanya kepada Lala.
            “Apa?? Lo ternyata cuma anak TKI?? Dan sekarang lo berani minjam uang ke gue? Enak aja lo. Sana pergi,” bentak Lala sambil mengusir Vivi dari rumahnya.
            “Sialan lo La, ternyata cuma segitu aja nilai pertemanan lo. Dasar cewek matrek,” teriak Vivi dari luar ruamh Lala. Kemudian dia melangkah dengan lemas. Tiba-tiba dia mendengar sebuah percakapan seseorang dari telepon. Selesai bertelepon, Vivi menghampiri orang itu.
            “Maaf mas, tadi saya dengar mas lagi butuh seseorang untuk mengantarkan narkoba ke sebuah tempat. Saya bersedia mengantarkannya mas,” Vivi menjelaskan maksudnya.
            “Serius dek?” tanya lelaki itu memastikan.
            “Iya mas,” jawab Vivi mantap.
            “Ya udah, kalau emang adek mau, datang aja ke alamat ini,” lelaki itu memberikan sebuah alamat kepada Vivi, kemudian dia pergi.
            Vivi mengamati alamt tersebut. “Cuma ini satu-satunya jalan tercepat untuk mendapatkan uang. Toh juga aku gak makai atau mengedarkan, aku kan cuma mengantar barang haram tersebut. Jadi, aku gak akan terlibat masalah hukum,” Vivi berusaha memantapkan hatinya.
            Keesokan harinya, Vivi menghampiri alamat tersebut. Teryata itu sebuah rumah kosong yang sering dia lewati saat pulang sekolah. Ketika dia hendak menuju rumah itu, tiba-tiba seseorang memanggilnya.
            “Vivi, jangan masuk ke sana!” teriak seseorang dari belakang Vivi. Vivi melihat ke belakang dan ternyata di sana ada Rina, teman SD nya dulu.
            “Lo tau gak itu rumah apaan? Itu rumah bandar narkoba,” kata Rina setelah dia berada di dekat Vivi.
            “Gue tau Rin, rencananya gue mau kerja di rumah itu,” kata Vivi sedih.
            “Loh, kenapa?” tanya Rina kaget.
            Vivi pun menceritakan masalahnya saat ini. Rina mendengarkannya dengan sedih.
            “Gini aja, lo besok datang ke rumah gue dan kita pergi ke suatu tempat,” kata Rina kemudian.
            “Ke mana?” tanya Vivi.
            “Udah, pokoknya lo datang aja. Jadi sekarang pulang, jangan mau masuk ke rumah itu,” Rina menyadarkan Vivi agar dia tidak terjebak dalam kasus narkoba.
            Keesokan harinya, Vivi datang ke rumah Rina. Setelah itu, mereka pergi ke suatu tempat seperti yang di bilang Rina. Mereka sekarang berada di sebuah rumah yang sangat tidak layak dihuni. Di dalam rumah tersebut, ada seorang kake yang sudah sangat tua yang tergeletak tak berdaya di sebuah tempat tidur.
            “Hai kek, kenali kek, ini teman Rina, namanya Vivi,” Rina memperkenalkan Vivi pada kakek itu. Rina pun menceritakan kehidupan kakek tersebut yang sangat menyedihkan. Vivi pun sampai menangis melihat keadaan kakek tersebut. Tiba-tiba, ada seorang anak kecil yang menangis.
            “Itu siapa?” tanya vivi.
            “Itu cucu kakek. Sebelum kakek tak berdaya seperti ini, kakek yang merawat dia. Dan sekarang, kakek gak bisa berbuat apa-apa lagi untuk dia,” kemudian air mata mengalir di pipi kakek itu.
            “Udah kek, jangan sedih. Kan ada Rina yang akan merawat kakek dan cucu kakek,” Rina berusaha menghibur kakek itu. Kemudian mereka membersihkan rumah kakek itu dan memasakkan makanan untuk kakek itu. Setelah itu, mereka pamit pulang ke rumah.
            Di tengah jalan, Vivi kembali menangis.
            “Lo kenapa Vi?” tanya Rina heran.
            “Gue malu Rin, karena gue kurang mensyukuri hidup gue. Ternyata masih ada orang yang hidupnya lebih susah dari gue. Gue malu, karena gue yang masih sehat, malah memilih jalan pintas untuk mendapatkan uang. Terimakasih ya, karena lo, gue jadi sadar akan hidup ini,” Vivi menangis di pelukan Rina.
            “Udah, jangan sedih. Itulah gunanya teman kan,” Rina menghibur Vivi. Kemudian mereka melepaskan pelukan mereka masing-masing. “Ini, lo pakai uang gue aja dulu. Lo bisa baliki uang gue kapan aja,” Rina memberikan sebuah amplop kepada Vivi.
            “Makasih ya Rin. Lo baik banget deh,” Vivi menerima amplop tersebut. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah mereka masing-masing.
            Keesokan harinya, Vivi melunasi administrasi yang seharusnya sudah dibayarnya dari seminggu yang lalu. Vivi pun akhirnya bisa melunasi hutangnya kepada Rina dari hasil kerjanya dan juga hadiah yang diterimanya dari polisi karena dia telah berjasa membantu penangkapan bandar narkoba yang selama ini paling dicari-cari polisi.
            Di sekolah, Vivi menjadi murid yang berprestasi dan juga dia berhasil mendapatkan beasiswa  kuliah di luar negeri dan dia pun berhasil menjadi orang sukses berkat usaha dan kerja kerasnya selama ini.