Minggu, 04 Agustus 2013
Bersahabat Dengan Cemburu
Kata orang, cemburu adalah bumbu percintaan. Cemburu ibarat bungan cinta yang dapat berbuah manis sekaligus pahit, tergantung mana yang kita pilih. Pada umumnya sih, kita pasti memilih yang berbah manis. Nah, untuk mendapatkannya kita harus mengolah rasa cemburu. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk itu, antara lain:
Jangan Emosi
Cobalah untuk berpikir tentang hal yang positif, cemburu bukan sesuatu yang merusak. Kemudian ungkapkan padanya tentang hal yang membuat kuta cemburu. Dengan berkomunikasi, kita mampu menyatukan pikiran dengannya.
Tetaplah Setia
Nggak akan ada yang mampu merusak suatu hubungan kalau kita memiliki kesetiaan yang tulus terhadap pasangan. Jadikanlah kecemburuan sebagai bukti bahwa di dalam hati ada cinta yang terjalin dengan baik.
Intensifikasikan Komunikasi
Di mana pun kita berada, tetaplah berkomunikasi dengan pasangan untuk menghindari timbulnya rasa curiga satu dengan yang lain. Dengan komunikasi yang baik, kita akan mengetahui keberadaan serta aktivitas pasangan kita.
Kenali Sifatnya
Kenali sifat pasangan, baik dan buruknya. Dengan begitu kita bisa memahami kebutuhannya.
Don't be Panic
Kepanikan justru membuat pikiran positif berubah menjadi negatif. Bahkan bisa memicu amara, sehinggan meruncingkan masalah. Jangan sampai kepanikan dan kecemburuan membuatnya merasa 'dituduh'.
Jangan Cemas
Kecemasan seperti ini sangat bahaya, jika pada dasarnya sidia tipe orang yang jujur dan setia, jangan biarkan kecemburua merusak kepercayaan kita padanya.
Lebih Mendengarkan daripada Didengarkan
Dengan begitu kita akan lebih banyak mendapat penjelasan daripada menjelaskan. Kita juga akan lebih mudah menerima argumentasi yang masuk akal dan nggak mudah terpancing hal-hal yang bersifat menuduh. Toh, kalau pada dasarnya udah saling percaya, penjelasan darinya sudah cukup untuk menyingkirkan kecemburuan itu.
Be Happy!
Nikmati kebahagiaan bersamanya, dijamin rasa cemburu hilang dengan sendirinya.
Cepat Lupakan Kesalahan
Kalau sidia sudah menyadari kesalahannya, ada baiknya kita memaafkan dan melupakan perbuatannya. Ketulusan untuk melupakan kesalahan dibarengi dengan sikap memaafkan akan membuatnya menjadi indah.
Jika semuanya telah dilakukan dengan benar dan bertanggung jawab, semua akan menjadi indah dan hubungannya tetap berjalan dengan baik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar